Bantu Masyarakat di Masa Pandemi, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UHAMKA Berdayakan Dua Keluarga Dhuafa Modal Jualan

Devi, Diah dan Anisa, Mahasiswi Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Uhamka saat menyalurkan bantuan pemberdayaan keluarga dhuafa untuk Kakek Karmanto dalam bentuk barang2 untuk jualan kopi keliling

Jakarta- Pada masa pandemi covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, banyak masyarakat yang semakin terhimpit ekonomi. Masyarakat yang memang sudah susah semakin bertambah susah di masa-masa sulit saat pandemi covid-19 ini.

Hal ini ternyata membuat Devi dan dua orang rekannya (Diah dan Anisa) mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA merasa terpanggil melaksanakan program pemberdayaan keluarga dhuafa, yakni menyasar kalangan keluarga dhuafa. Devi dan dua rekannya tersebut memilih dua keluarga dhuafa untuk diberdayakan, yaitu Nenek Abi dan Kakek Karmanto.

Membantu Modal Jualan Kerupuk

Devi menceritakan, setelah mencari beberapa keluarga dhuafa akhirnya dirinya dan 2 rekannya  menemukan salah satu Nenek yang memprihatinkan, ia berjualan kerupuk di pinggir jalan lalu ia mengurus 3 cucu dan 1 anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Kami mencoba menghampiri Nenek yang berjualan kerupuk tersebut dan memberi sedikit sembako lalu bertanya tentang kehidupan sehari-hari Nenek Abi, penghasilan Nenek sehari-hari hanya bergantung dengan bejualan kerupuk, dan karena dampak pandemi penghasilan jualan kerupuknya tak seperti dalam kondisi normal. Sangat kecil sekali.” Tutur Devi dalam keteraangannya, Minggu (24/01/2020)

Sebagai tindak lanjutnya, devi dan dua rekannya Anisa dan Diah, Mahasiswi Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Uhamka ini kemudian menyusun strategi dan melakukan penggalangan dana baik secara virtual maupun melalui jaringan yang mereka miliki.

“Setelah kami mendapatkan dana, Alhamdulillah terkumpul lebih kurang 2 juta rupiah, lalu kami merencanakan untuk membelanjakan kerupuk untuk Nenek berjualan, awalnya kami  menyarankan Nenek untuk berjualan yang lain seperti berjualan sayur mayur pada pagi hari, tetapi Nenek Abi tidak mau dikarnakan ia sudah pernah berjualan seperti itu dan hasilnya malah rugi. Maka kami membantu Nenek Abi dengan untuk modal uasah kerupuknya.” Ujar Devi.

Membantu Modal Rintis Jualan Kopi Keliling

Sementara untuk Kakek Karmanto, lanjut Devi menceritakan, Ia dan dua rekannya melihat Kakek berjualan balon di pinggir jalan dan langsung menghampiri Kakek tersebut, karena melihat kondisi Kakek yang kurang bagus lalu mereka berinisiatif memberdayakan Kakek tersebut.

“Kakek Karmanto ini tinggal di bersama anaknya yang mengontrak di salah satu daerah di Cileduk. Sementara istrinya tinggal di kampung. Penghasilan Kakek Karmanto hanya berjualan balon di pinggir jalan.” Cerita Devi.

Tiga Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Uhamka ini pun membantu Kakek Karmanto dengan merintis usaha baru selain jualan balon

“Kami menanyakan kepada Kakek ingin berjualan selain menjual balon keliling usaha apa yang ingin Kakek lakukan, lalu Kakek itu menjawab, saya ingin berjualan kopi keliling. Akhirnya kami putuskan mengabulkan permintaan Kakek dengan membelikan sepeda, termos, kopi atau teh dan makanan ringan lainnya yang kakek karmanto ini ingin jual.” Tutur Devi.

“Kakek Karmanto sangat senang dan berterimaksih kepada kami dan Uhamka.” Tambah Devi.

Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di masa pandemi covid-19 ini kata Devi, merupakan bagian dari tugas mata kuliah Kemuhammadiyahan yang diberikan dosen. Devi dan dua rekannya Anisa dan Diah merasa senang sudah bisa membantu orang-orang yang sangat lemah, dua keluarga dhuafa Nenek Abi dan Kakek Karmanto tersebut sebagai wujud dari implementasi surah al-Maun.

“Banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dari pemberdayaan dhuafa ini adalah kita harus banyak bersyukur apa yang sudah Tuhan kasih ke kita, banyak sodara kita yang untuk makan sehari-harinya saja sangat sulit. Kita juga harus sering berbagi karena dengan berbagi kita akan selalu merasa bersukur apa yang sudah  Allah SWT kasih ke kita. Untuk itu, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Amirullah, M.A, yang sudah membimbing dan mendampingi kami dalam pemberdayaan keluarga dhua ini“ ujar Nisa dalam keterangannya.

*amr

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen + 20 =