Di Masa Pandemi, Mahasiwa FKIP UHAMKA Bantu Usaha Keluarga Kakek Patoi dan Nenek Sini

Mahasiswa FKIP UHAMKA yang terdiri dari, Amanda Purwitasari, Farha Lailiah dan Lutfia Fitriyani saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Kakek Patoi dan Nenek Sini

Jakarta – Ketimpangan sosial, keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan. Itulah situasi yang dialami oleh mayoritas penduduk Indonesia yang secara mayoritas beragama Islam. Situasi ini sangat mudah dijumpai oleh siapa pun di mana pun di seluruh penjuru negeri, apalagi di masa pandemi yang masih belum berakhir. Tapi tidak banyak yang hatinya resah dan tergerak untuk sedikit membantu.

Kondisi ini membuat mahasiswa FKIP UHAMKA yang terdiri dari, Amanda Purwitasari, Farha Lailiah dan Lutfia Fitriyani, dalam bimbingan dosen Kemuhammadiyahanya, yaitu Bapak Amirullah, M.A terlibat dalam membantu keluarga dhuafa yang ada di Jabodetabek.

Keluarga dhuafa yang dibantu itu adalah Kakek Patoi dan Nenek Sini, penduduk asli Kp. Baru, Kelapa Dua Wetan – Jakarta Timur merupakan salah satu yang kami pilih sebagai obyek dalam gerakan pemberdayaan keluarga Dhuafa yang kami lakukan.

“Berangkat dari kesadaran dan spirit Qur’an surat Al – Maun ayat 104, kami (Amanda Purwitasari, Farha Lailiah, dan Lutfia Fitriyani Mahasiswi FKIP Uhamka) ingin memberdayakan kaum dhuafa di mulai sekitar kami dengan melakukan penelusuran (Observasi) pada hari Jum’at tanggal 20 November 2020. Setelah kurang lebih dua hari (21 – 22 November 2021) kami mencari informasi melalui tetangga terdekat dan warga sekitar, akhirnya kami menentukan bahwa keluarga Kakek Patoi dan Nenek Sini yang layak kami bantu untuk berdayakan.” Ungkap Farha Lailiah dalam keterangannya, Senen, (25/01/2021).

Menurut Farha, Alasan dia dan temannya memilih Kakek  Patoi dan Nenek Sini karena beliau termasuk kategori kaum dhuafa, ia memiliki banyak anak hanya saja anak – anak nya yang sudah memiliki keluarga masing – masing menjadi jarang menjenguk Kakek dan Nenek terutama membantu dalam perekonomian nya, serta memiliki semangat dan motivasi yang besar untuk terus berusaha menjadi lebih baik.

“Setelah menentukan pada tanggal 22 November kami mulai mempersiapkan proposal dan flyer untuk melakukan Fundraising.” Tutur Lailiah

Farha menceritakan bahwa, Kakek Patoi dan Nenek Sini yang biasa di sapa dengan warga sekitar dengan sebutan Engkong dan Nenek ini dipilih karena ketidakmampuan ekonomi nya. Mereka merupakan sepasang suami dan istri yang tinggal di pinggir jalan beralamat Kampung Baru RT 011/RW 002, Kec. Ciracas, Kel. Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur.

Keluarga Kakek Patoi juga Farha menceritakan, adalah termasuk keluarga yang menjadi korban penggusuran tanah untuk dibuat jalan dan kali tanpa adanya ganti rugi sehingga saat ini hanya tersisa 4 x 2 meter sudah termasuk warung yang dijadikan sebagai tempat berlindung selama bertahun – tahun, dengan bangunan yang terbuat dari triplek dan barang seadanya.

Sementara Nenek Sini memiliki warung kecil yang menjual beberapa kebutuhan sehari – hari dengan stok seadanya dan hanya barang – barang yang paling sering dicari juga digunakan oleh masyarakat sekitar dan kebisaan Nenek dalam membuat nasi uduk,

gorengan dan berbagai cemilan kecil juga dijadikan sebagai usaha warung kecilnya, dari warung ini lah yang menjadi penghasilan Nenek Sini dan Kakek untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.

Tetapi karena usia yang sudah menua membuat kakek dan nenek memiliki keterbatasan dalam melihat dan mendengar, pengelihatan Nenek yang sudah mulai berkurang membuat nenek hanya meraba-raba barang yang dibutuhkan untuk digunakan, dan juga keadaan dapur yang hanya bisa dimasuki untuk nenek seorang semakin membuat keterbatasan nenek untuk bergerak dalam memasak. Pendengaran Kakek pun sudah mulai berkurang sehingga menjadi keterbatasan kakek dalam membantu nenek melayani pembeli. Itulah yang menjadi faktor permasalahan mereka dalam menghadapi perekonomian sehari – hari.

Dari latar belakang Kakek Patoi dan Nenek Sini tersebut Farha dan dua temannya  berniat untuk membantu, agar bisa meringankan sedikit bebannya.

“Kami membuka donasi untuk orang – orang yang mau berbagi sedikit hartanya kepada Kakek Patoi dan Nenek Sini. Proses pengumpulan donasi dilakukan selama kurang lebih 1 bulan 13 hari, dimulai sejak 26 November 2020 s.d 08 Januari 2021. Kelompok kami membuat pamflet untuk penggalangan dana dan menyebarkannya di sosial media serta menghubungi kerabat dan teman. Dalam proses pengumpulan dana berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Alhamdulillah, kami dapat mengumpulkan dana sebesar Rp. 1.146.000,-.” Ujar Farha

“Dana yang terkumpul kami salurkan ke Kakek Patoi dan Nenek Sini dalam bentuk barang (Kasur, bantal, pakaian, keperluan warung dan peralatan masak juga sedikit kebutuhan sehari – hari). Kegiatan ini di lakukan pada 08 Januari 2021, dengan respon dari Kakek dan nenek yang sangat berterimakasih dengan adanya donasi ini.” Tuturnya lagi

“Melihat Kakek yang tak henti mengucap terimaksih dan Nenek Sini yang berkaca – kaca terharu bahagia sembari memberikan ucapan – ucapan do’a kepada kita semua. Alhamdulillah kami turut bahagia dengan respon kakek dan nenek.” Lanjutnya.

Melalui cerita Kakek dan Nenek Patoi ini, Farha dan dua rekannya semakin menyadari hahwa sebagai warga bangsa terutama sesama umat islam sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu meskipun tidak banyak setidaknya bisa meringankan sedikit beban sesama. Karena tidak akan merugi bagi orang – orang yang menyedekahkan sebagian rezekinya kepada yang membutuhkan, hal

“Dengan adanya kegiatan ini membuat kami mendapatkan momentum kesadaran bahwa hidup yang mulia itu tatkala kita yang dapat membantu sesama, membela yang susah, dan bermanfaat untuk manusia lainnya. Semoga sedikit bantuan yang dapat kami kumpulkan dan salurkan kepada Kakek Patoi dan Nenek Sini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan keduanya, khususnya dalam pengembangan ekonomi, sehingga Kakek dan Nenek Sini menjadi lebih mandiri lagi dan semangat untuk terus berusaha terutama untuk warung kecilnya.” Tutur Farha.

*amr

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × five =